Monday, 11 May 2015

Binar Wajah Laila

Binar Wajah Laila
(Sebuah cerita tentang ASI Ekslusif)


Wajah Laila berbinar bahagia saat mengacungkan pialanya di tengah gemuruh tepuk tangan ratusan hadirin yang memadati sebuah balai pertemuan di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Aceh Utara. Anak tukang sayur bernama Ramli tersebut berkali-kali membalas peluk cium para guru dan rekan-rekan sekolahnya yang tiada henti memberi ucapan selamat atas keberhasilannya menjadi juara dalam cerdas cermat tingkat Kabupaten di daerahnya.Rasa bangga dan haru menelusuk dalam relung hati Ramli dan Fatimah istrinya. "Kita hanya seorang pedagang sayur yang tidak tamat SD, tapi anak kita menjadi kebanggaan setiap anak di Aceh utara ini," ungkap Ramli lirih sambil memeluk punggung istrinya. Wanita lugu itu hanya mengangguk bangga karena tak tahu harus menjawab apa atas pernyataan suaminya.Namun hati nuraninya sebagai seorang ibu tak pernah jeda mengucap syukur kepada Allah atas karunianya berupa anak cantik yang sehat dan cerdas seperti Laila. 
Beberapa orang ibu mendekati Fatimah dan menanyakan bagaimana bisa memiliki anak secerdas Laila.Dengan rendah hati Fatimah menjawab bahwa dirinya tidak memiliki fasilitas apapun yang layak dikatakan untuk mendukung Laila menjadi anak cerdas. "Mana mungkin, bu, apa dia ikut berbagai macam les privat atau kursus?" tanya seorang ibu muda penasaran.

"
Mana mungkin kami punya uang untuk membiayai kursus, bu, kami hanya pedagang sayur keliling, buat kebutuhan sehari-hari saja susah“, jawab Fatimah jujur. Walau demikian Fatimah jujur mengakui bahwa sejak masih bayi, dia sangat memperhatikan tumbuh kembang sang anak. “Pada saat Laila baru lahir hingga berusia 6 bulan, dia hanya diberi ASI saja. Kami orang yang tidak mampu dan tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih berharga kepada anak kami selain ASI yang telah menjadi haknya’, kenangnya.

Ayo kunjungi Channel Promkes Aceh di youtube

Ayo kunjungi Channel Promkes Aceh di youtube, klik link https://www.youtube.com/channel/UC9dy46-PHZMFlEF9__WDPLg


1
. Ada Bang Joni yang sedang ngajak Sahabat Promkes semua untuk cuci tangan pakai sabun

https://www.youtube.com/watch?v=DzUpp6C2ySg


2.Ada Bang Joni yang lagi ajak Ibu hamil untuk bersalin di Poskesdes, https://www.youtube.com/watch?v=BXc4BFs2sdE


3. Ada Bang Joni yang ajak kita semua agar menjaga lingkungan Pesantren tetap sehat, https://www.youtube.com/watch?v=NgPiMWS_YxM


dan masih banyak lagi yang lainnnya.

Thursday, 7 May 2015

Dukungan dari suami itu penting dan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif....

Setiap ibu menyusui membutuhkan dukungan agar bisa berhasil memenuhi kebutuhan ASI eksklusif bayi hingga 6 bulan. Dukungan dari suami, bisa sangat berpengaruh pada keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Dukungan ini bisa meningkatkan jumlah produksi hormon oksitosin, yakni hormon yang berperan penting meningkatkan jumlah ASI dan mengurangi stres pada ibu menyusui.

Kebanyakan ibu menyusui sering merasa khawatir jumlah ASI-nya tak cukup untuk si bayi, sehingga menyebabkan ibu merasa stres yang mempengaruhi jumlah ASI. Saat ini peran ayah dibutuhkan. Seorang ayah harus membuat ibu merasa nyaman dan harus meyakinkan ibu bahwa ASI nya bisa lancar

Sebuah penelitian, bahkan pernah mengungkap bahwa tingkat keberhasilan pemberian ASI eksklusif bisa berhasil sukses manakala seorang ayah ikut mendorong ibu menyusui memberikan ASI pada bayi.


Seorang ayah yang mengerti dan memahami bagaimana manfaat ASI pasti akan selalu membantu ibu mengurus bayi. Sementara ibu, berusaha fokus meningkatkan kualitas ASI-nya, dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan melakukan pola hidup sehat.

Bahkan di luar negeri, ada cuti untuk ayah yang memiliki bayi. Mereka diberi kesempatan memberikan dukungan pemberian ASI pada sang istri. Cuti yang diberikan mulai dari 2 minggu hingga 1 bulan. Dukungan ini sangat penting dan bermanfaat untuk ibu.

Dukungan ayah pada ibu juga bisa memberikan efek positif yang bermanfaat untuk kelancaran ASI. Saat ibu merasa nyaman, seorang bayi pun akan merasa tenang dan nyaman. Dengan demikian bayi pun bisa mendapatkan kualitas ASI terbaik.

Perlu pula diketahui bahwa hisapan bayi memberikan rangsangan sensorial yang dibawa neuron ke otak untuk merangsang kelenjar hipofise yang memproduksi hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Hormon prolaktin bertugas memberi perintah agar sel-sel alveolus dalam payudara memproduksi ASI. Sementara hormon oksitosin menyebabkan sel mioepitel alveolus dan duktus berkontraksi, dan memompa ASI keluar dari puting. Hal ini dikenal dengan istilah let-down refleks.

Banyaknya ASI yang diproduksi dan dikeluarkan dari payudara, sesungguhnya diatur oleh isapan bayi. Makin sering bayi mengisap, makin sering ASI dikeluarkan, maka makin banyak ASI diproduksi.

Ayo para Suami, mari kita dukung istri beri ASI untuk sibuah hati.....

Memerah, menyimpan dan memberikan ASI


A. Petunjuk Umum

Sebelum memerah selalu jangan dilupakan untuk mencuci tangan dengan baik dan menyiapkan wadah untuk menampung ASI hasil perahan. Wadah tersebut sebelumnya sudah dicuci dengan air panas mengandung sabun dan telah dibilas.
ASI perah dibagi dan disimpan dalam jumlah yang lebih sedikit (60-120 mL) sehingga tidak perlu membuang ASI yang tidak dihabiskan. Jumlah ASI yang diberikan disesuaikan dengan
usia bayi, semakin besar usia bayi semakin besar jumlah yang diberikan setiap kali minum, tapi sebaiknya sediakan juga persediaan ASI ekstra.
ASI perah yang dikeluarkan dalam hari yang sama dapat digabung menjadi satu. Caranya adalah dengan mendinginkan ASI yang baru diperah minimal 1 jam dalam lemari es/kulkas
kemudian dapat ditambahkan ke dalam ASI sebelumnya yang sudah didinginkan dalam wadah. Jangan menambahkan ASI yang hangat ke dalam ASI yang sudah dibekukan.
ASI yang diperah pada hari yang berbeda disimpan dalam wadah yang berbeda. Jangan mengisi penuh wadah dengan ASI karena saat ASI yang sudah beku dapat mengembang.
Setelah itu beri label tahan air pada wadah ASI dengan menuliskan tanggal ASI diperah dan nama anak (bila akan dititipkan di tempat penitipan).
Saat penyimpanan ASI akan terpisah kandungannya, karena tidak homogen. Lapisan atas yang mengandung krim akan lebih berwarna putih dan lebih kental Sebelum diberikan
pada bayi, kocok dengan lembut wadah yang berisi ASI sampai tercampur rata. Jangan mengocok dengan kuat.
Warna ASI bisa berbeda setiap harinya tergantung dari diet ibu. ASI dapat terlihat kebiruan, kekuningan atau kecoklatan. ASI yang dibekukan juga mempunyai bau yang berbeda dari
ASI segar. Tidak ada alasan membuang ASI selama bayi masih mau meminumnya.

B. Petunjuk Memerah ASI

Ada berbagai cara untuk memerah ASI. Sebaiknya semua metode didemonstrasikan kepada para ibu sehingga para ibu dapat mencoba dan memilih metode memerah ASI yang paling
sesuai dengan dirinya. Cara yang bersih dan praktis adalah memerah dengan tangan.
Cara memerah ASI dengan tangan adalah sebagai berikut:
  1. Cuci tangan sebelum memerah ASI
  2. Sediakan mangkuk bersih bermulut lebar dan letakkan mangkok di dekat payudara
  3. Letakkan ibu jari di atas areola sedangkan jari lain di bawah areola
  4. Tekan ke arah dada
  5. Tekan dengan sedikit mengurut ke arah puting sampai ASI memancar keluar dan tertampung dalam mangkuk
  6. Ubah posisi jari ke jam 3 dan jam 9, dan mulai lagi memerah
  7. Jangan sampai terasa sakit
  8. Perah satu payudara selama 3-5 menit, kemudian beralih ke payudara lainnya
  9. Demikian seterusnya bergantian sampai payudara terasa kosong (20-30 menit)
Selain itu ASI dapat diperah dengan pompa/pemeras manual atau elektrik. Pompa/pemeras elektrik harganya cukup mahal dan biasanya hanya tersedia di rumah sakit atau rumah bersalin. Pompa/pemeras manual biasanya lebih praktis dan lebih terjangkau. Perlu diingat bila dibandingkan dengan harga susu formula dan biaya pengobatan anak sakit, maka pompa/pemeras akan menjadi pilihan utama para ibu bekerja.

C. Wadah Penyimpanan ASI

Wadah yang dianjurkan untuk menyimpan ASI adalah yang keras, terbuat dari kaca atau plastik keras sehingga dapat menyimpan ASI untuk jangka waktu yang lama. Kantung plastik khusus sebagai wadah penyimpanan ASI dapat dipergunakan untuk jangka pendek yaitu kurang dari 72 jam. Penggunaan kantung plastik untuk jangka waktu yang lama tidak dianjurkan karena plastik tersebut dapat tumpah, bocor, terkontaminasi dan beberapa komponen ASI dapat menempel pada kantung plastik tersebut sehingga nilai gizi ASI berkurang. Selain itu wadah penyimpanan ASI sebaiknya kedap udara.

D. Petunjuk Penyimpanan ASI

ASI banyak mengandung zat gizi, zat anti bakteri dan anti virus sehingga perlu diperhatikan cara penyimpanan ASI sebagai berikut:
  • ASI dapat disimpan pada suhu ruangan ≤ 25°-- C selama 6-8 jam. Kalau suhu ruangan >25°C tahan 2-4 jam. Wadah ASI harus ditutup dan dibiarkan dingin.
  • ASI dapat disimpan dalam insulated cooler bag dengan ice packs selama 24 jam.
  • ASI dapat disimpan dalam lemari es/kulkas (4°C) sampai5 hari.
  • ASI dapat disimpan dalam freezer dengan tipe :
    Bagian freezer terletak di dalam lemari es/kulkas (-15°C) selama 2 minggu, Freezer dan lemari es/kulkas mempunyai pintu yang berbeda (-18°C): selama 3-6 bulan, Deep freezer yang jarang dibuka dan temperaturnya tetap ideal (-20°C) selama 6-12 bulan, Namun ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa lemak dalam ASI dapat mengalami degradasi sehingga kualitas ASI menurun.
  • Petunjuk penyimpanan ASI diatas adalah untuk bayi cukup bulan yang sehat, tidak untuk bayi yang dirawat di rumah sakit atau bayi prematur.

E. Petunjuk menghangatkan ASI

ASI yang paling lama disimpan yang pertama diberikan (first in first out). Cara menghangatkan ASI beku adalah dengan menurunkan ke dalam lemari es/ kulkas (suhu 4°C) pada malam sebelum digunakan agar mencair kemudian sebelum digunakan hangatkan dengan menempatkan wadah penyimpanan ASI pada air hangat yang mengalir atau mangkuk yang berisi air hangat. Diusahakan jangan sampai air hangat pada mangkuk menyentuh bibir wadah penyimpanan ASI. Dalam menghangatkan ASI sebaiknya tidak menggunakan microwave oven atau kompor untuk memanaskan ASI karena tindakan tersebut dapat meninggalkan noda serta menghancurkan antibodi yang terkandung di dalam ASI.
Sebelum diberikan pada bayi wadah penyimpanan ASI dikocok/digoyang dengan lembut untuk mencampur krim kembali dan panas terdistribusi merata, dan jangan mengaduk ASI.
Sisa ASI pada wadah yang tidak dihabiskan saat menyusui tidak boleh dipergunakan ulang dan tidak diajurkan membekukan kembali ASI setelah dicairkan atau dihangatkan.

Menyusui memperat Ikatan Kasih Sayang (Bonding) Antara Ibu dan Anak

Bonding, Mengapa Penting?

Mother-infant bonding (ikatan ibu-anak) merupakan pembentukan hubungan timbal balik secara emosional antara ibu dan si kecil. John Bowlby dengan teorinya yang terkenal mengenai attachment behavior (tingkah laku karena kedekatan) mengatakan bahwa perilaku yang menyebabkan seseorang dekat dengan individu tertentu secara mencolok ditemui pada periode awal kehidupan, terutama pada 9 bulan pertama hingga usia 3 tahun. Di sinilah pembentukan karakter seorang anak berawal. Apabila terjadi gangguan pada proses attachment pada waktu kritis ini, sangat mungkin pada saat dewasa timbul berbagai gangguan tingkah laku, seperti agresif, depresi dan gangguan emosi lainnya.
Mother-infant bonding sebaiknya dilakukan sesegera dan semaksimal mungkin setelah bayi Anda lahir. Mengapa demikian? Terdapat suatu hipotesa yang menyatakan bahwa setelah melahirkan, kandungan hormon oksitosin (hormon penting dalam proses menyusui) pada ibu sangat tinggi dan memicu timbulnya perasaan dan perilaku sayang kepada bayinya. Klaus dan Kennell dalam penelitiannya membandingkan bonding antara ibu yang diberi waktu kontak minimal 16 jam bersama bayinya setelah lahir dengan ibu yang hanya melihat bayinya sebentar setelah lahir, dan menyusui maksimal 3 jam per hari. Hasilnya adalah bonding yang terbentuk antara ibu dan bayi yang diberi waktu lebih untuk berinteraksi segera setelah lahir bersifat lebih kuat dan intens. Hal ini dikarenakan pada golongan ini, para ibu lebih merasa ‘memiliki’, sensitif dan responsif terhadap kebutuhan bayinya. Mereka lebih sigap saat bayinya menangis dan cenderung melakukan banyak kontak mata pada saat menyusui.

Rahasia di Balik Menyusui  

“Breastfeeding isn’t just about milk, it is also about love.” Menyusui tidak hanya semata-mata memberikan ASI saja, tetapi juga membentuk ikatan sayang antara Anda dan si kecil. Suatu studi yang dipublikasikan di Pediatrics mengatakan bahwa ibu yang menyusui langsung lebih sensitif terhadap isyarat bayinya dibandingkan dengan ibu yang menggunakan botol. Ibu yang menyusui juga cenderung lebih sering menyentuh, membelai dan menatap bayinya lebih lama, sehingga secara signifikan mempengaruhi proses bonding. Proses menyusui juga menekan tingkat stres pada ibu. Ketika bayi mengulum puting ibu, otak merangsang pembentukan hormon oksitosin. Hormon ini meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis (suatu sistem saraf manusia) yang mengakibatkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung, serta mengurangi efek cemas pada ibu.
Proses bonding saat menyusui tidak terlepas juga dari proses skin-to-skin contact.International Childbirth Education Association (ICEA) mengemukakan bahwa kontak kulit ke kulit ini membantu agar bayi yang mendapat kontak kulit ke kulit juga lebih mudah ditenangkan bila menangis dan cenderung lebih nyenyak dan tenang pada saat tidur. Sang ibu tentunya memperoleh manfaat yang penting dari hal ini, yaitu mempunyai jadwal tidur yang lebih baik sesuai dengan jadwal tidur bayi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bayinya. Manfaat lain kontak kulit ke kulit adalah menjaga kestabilan suhu bayi dan mencegah hipotermi (penurunan suhu tubuh). Proses ini juga mengurangi angka kejadian apnea (henti napas) pada bayi, penurunan berat badan lahir yang tajam, dan mengurangi stres pada saat dilakukan tindakan medis yang menyakitkan.
Semakin lama ibu menyusui, semakin sering juga kontak kulit ke kulit dilakukan. Hal ini menimbulkan efek positif pada masa perkembangan selanjutnya, yaitu mempercepat perkembangan lingual, sosial, motorik kasar dan halus pada usia 1 tahun. Anak juga lebih mudah untuk dilatih toilet training dan memiliki kontrol emosional dan kognitif yang lebih baik. Ibu juga menjadi lebih suportif terhadap bayinya.
ASI memang merupakan nutrisi terbaik untuk bayi di awal kehidupan mereka. Proses menyusui atau skin-to-skin contact melengkapi kebaikan cairan hidup itu. Ibu bekerja sering kali gagal melakukan proses menyusui karena mereka sering hanya berfokus pada ASI saja, padahal proses menyusui tidak kalah pentingnya. Ingatlah selalu, proses menyusui memberikan tiga manfaat: memberinutrisi terbaik, kekebalan, dan attachment atau stimulasi pada bayi. 
Telah dipaparkan begitu banyak manfaat menyusui bagi Anda dan buah hati. Jadi.... masih ragukah Anda untuk menyusui?

Wednesday, 6 May 2015

Kiat Sukses beri ASI pada orang tua yang bekerja....


Siapa bilang orang tua yang bekerja di luar rumah tidak bisa memberikan ASI Ekslusif pada anaknya? Pasti bisa, jika memiliki pengetahuan dan dukungan yang cukup dalam manajemen laktasi. Ya, pengetahuan dan dukungan diperlukan agar proses pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang kedua orang tuanya bekerja tidak memiliki hambatan yang berarti. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendapatkan pengetahuan dan dukungan ASI Eksklusif dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pekerjaan sejak sebelum melahirkan.
Mengapa saya gunakan kata orang tua, bukan ibu? Padahal yang memproduksi ASI kan ibu? Karena proses pemberian ASI tidak hanya melibatkan ibu dan bayi saja. Ayah memiliki peranan penting dalam mensukseskan pemberian ASI. Apa peranan ayah? Yang pertama tentu memberi dukungan penuh pada istrinya memberikan ASI Ekslusif pada bayi mereka. Yang kedua melindungi istri dan bayi, jika ada pihak yang kontra terhadap pemberian ASI. Yang ketiga, bersama-sama istri merawat dan mengasuh bayi.
Keterlibatan ayah dalam pemberian ASI, akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dan lingkungan. Dengan demikian, ibu akan terhindar dari rasa tidak percaya diri, kuatir, gelisah yang dapat mengakibatkan turunnya produksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin merupakan hormon penting untuk pengaliran ASI. Turunnya produksi hormon ini dapat berakibat pada turunnya produksi ASI akibat pengaliran ASI yang kurang lancar.
***
Saat ini, sudah banyak orang tua yang berhasil memberikan bayi mereka ASI Ekslusif, meskipun kedua orang tua bekerja. Bahkan banyak pula yang mampu meneruskan menyusui hingga anaknya berusia dua tahun atau lebih. Semua itu mungkin dilakukan jika ibu mendapatkan informasi yang benar mengenai pemberian ASI maupun penggantinya (susu formula, dan berbagai jenis cairan lain) sejak masa kehamilannya.
Dengan mendapatkan informasi yang benar, manfaat dan risikonya, maka ibu dan ayah dapat memilih akan memberikan nutrisi apa pada anaknya dengan kesiapan untuk menanggung risikonya. Sebagian besar orang tua (ibu dan ayah) yang gagal memberikan ASI pada anaknya adalah karena ketidak tahuan bahwa pengganti ASI memiliki berbagai macam risiko kesehatan yang cukup tinggi bagi anaknya, saat ini hingga ia dewasa kelak.
Oleh karena itu, pengetahuan dasar yang perlu diketahui oleh orang tua adalah apa manfaat ASI? Manfaat ASI banyak sekali, dan tidak ada efek samping yang buruk sama sekali. Meskipun ibunya sedang sakit. Atau bayinya sedang sakit. ASI akan mempercepat kesembuhan ibu maupun bayi. Dan, masih banyak manfaat ASI lainnya.
***
Jadi, apa sih yang perlu dipersiapkan orang tua yang bekerja agar anak-anaknya bisa mendapatkan ASI Ekslusif?
Kuatkan NIAT! Pahami alasan-alasan mengapa harus tetap memberikan ASI. Yakinkan diri dan lingkungan terhadap manfaat-manfaatnya, terutama untuk kesehatan ibu dan bayi, serta menjaga “bonding” ibu dan bayi, meskipun ibu harus bekerja.
Bulatkan TEKAD! Siapa saja yang perlu membulatkan tekad? Ayah dan ibu harus satu kata. Setelah itu apa? PERCAYA DIRI! Caranya bagaimana? Dengan mengikuti edukasi atau mencari informasi yang sebenar-benarnya, dan mencari atau membentuk dukungan untuk memberikan ASI Ekslusif.
Apabila rasa PERCAYA DIRI untuk menyusui sudah kuat, maka langkah kedua adalah memantapkan KOMITMEN! Jika sudah berkomitmen kuat, maka pastikan langkah ketiga ini Anda lakukan: MULAI DENGAN BENAR.
Bagaimana memulai dengan benar?
1) Inisiasi menyusu Dini (IMD),
2) Rawat Gabung 24 jam,
3) Hanya ASI saja, dan
4) yang terpenting susuilah dengan SEPENUH HATI!
Nah, jika pemahaman sudah sampai tahap ini, maka bagi orang tua yang bekerja perlu mempersiapkan segala sesuatunya, agar ketika ibu mulai masuk bekerja sudah memiliki stok ASI Perah (ASIP), sudah memiliki kemampuan manajemen laktasi yang baik, sudah memiliki pengasuh yang handal dan dapat dipercaya untuk mengasuh dan memberikan ASIP.
Apa saja persiapan yang perlu dilakukan?
Persiapan saat hamil
  • Rencanakan porsi cuti melahirkan lebih lama ketika bayi sudah lahir.
  • Beritahukan rencana Anda untuk tetap memberikan ASI ketika sudah kembali bekerja.
  • Periksa juga apakah ada ruangan yang bisa digunakan untuk memerah ASI.
  • Mintalah dukungan pada rekan-rekan kantor, atasan, dan juga serikat pekerja yang ada.
  • Bergabunglah dengan organisasi/kelompok pendukung ibu-ibu ASI.
  • Belajarlah cara memerah ASI dengan tangan, atau mulai mencari breastpump (pompa ASI) yang sesuai.
  • Pertimbangkan pilihan cara/pekerjaan yang dapat mensukseskan pemberian ASI. Mulai dari pilihan jenis pekerjaan (jika ada) paruh waktu atau penuh waktu.
  • Kemudian pilihan cara pengantaran ASIP, apakah dibawa oleh Anda sendiri ketika pulang kerja, atau menggunakan jasa pengantaran ASIP untuk dikirim ke rumah.
  • Mantapkan komitmen Anda untuk terus memberikan ASI pada sang buah hati, walaupun harus kembali bekerja.
Persiapan setelah melahirkan
  • IMD secara langsung minimal 1 jam setelah kelahiran.
  • Perbanyak kontak kulit dengan bayi.
  • Istirahat yang cukup, relaks, dan fokuskan diri Anda untuk memantapkan kegiatan menyusui.
  • Tingkatkan pasokan ASI Anda denganmenyusui bayi sesuai dengan pemintaan.
  • Perah ASI di sela-sela setelah menyusui.
  • Hindari pemberian ASIP menggunakan dot, karena berisiko terkena gejala “bingung puting”.
  • Belajar untuk memberikan ASIP kepada bayi dengan menggunakan metode selain dot: cangkir, pipet, sendok kecil, dsb.
  • Pilih dan latih pengasuh bayi yang juga mendukung pemberian ASI.
  • Mantapkan teknik memerah ASI dengan tangan, atau menggunakan pompa ASI.
  • Mulai menabung ASIP 1 bulan sebelum mulai masuk kerja. Simpan ASIP sesuai dengan tata cara yang benar.
  • Konfirmasikan kembali dengan pihak kantor / atasan anda mengenai rencana Anda untuk tetap memberikan ASI. Serta informasikan jadwal dan lokasi Anda akan memerah ASI.
  • Jika memungkinkan, gunakan 1 hari untuk uji coba meninggalkan bayi di rumah dengan pengasuh, dan Anda melakukan aktifitas perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya . Serta aktifitas memerah dan menyimpan ASIP di tempat kerja.
Persiapan ketika sudah kembali bekerja
  • Pertimbangkan untuk kembali bekerja pada hari Kamis, agar lebih mudah bagi Anda dan bayi untuk menyesuaikan ritme baru, karena hari sabtu sudah bisa bersama lagi.
  • Persiapkan segala kebuthan esok hari, pada malam hari sebelumnya.
  • Susui bayi Anda sebelum berangkat ke kantor.
  • Usahakan agar perpisahan dan pertemuan kembali dengan bayi dilaksanakan dalam suasana gembira.
Ketika berada di kantor:
  • Perah atau pompa ASI sesuai jadwal menyusu bayi Anda atau minimal dalam rentang waktu 3 jam.
  • Perah atau pompa ASI secara teratur sesuai dengan jadwal dan sebelum payudara Anda terasa penuh.
  • Gunakan cara yang benar untuk menyimpan dan mengangkut ASIP.
  • Pastikan bahwa pengasuh bayi Anda mengeri tata cara pemberian ASIP yang benar.
  • Minta kepada pengasuh bayi Anda untuk tidak memberikan ASIP ketika anda sudah dekat rumah.
  • Susuilah bayi Anda ketika sudah kembali pulang, pada malam hari, di akhir pekan dan setiap saat Anda sedang bersama bayi.
  • Minta dukungan sesama rekan kantor dalam upaya anda untuk terus memberikan ASI.
  • Carilah sesama ibu bekerja yang juga menyusui untuk saling tukar pendapat pengalamam dan saling mendukung.
Pelaksanaan langkah-langkah itu memang tak semudah membacanya. Tapi percayalah, dengan bekal rasa cinta terhadap anak-anak Anda, Anda akan mampu melewati tahap demi tahap, langkah demi langkah. Semua itu demi memberikan bekal yang menjadi pondasi anak-anak Anda untuk tumbuh menjadi manusia utuh dan seperti harapan sebagian besar orang tua, anak harus lebih baik dari orang tuanya.
***
Sekarang Anda sudah mendapatkan berbagai informasi dan langkah-langkah apa yang harus Anda berdua (dengan suami/istri) lakukan. Saatnya memantapkan KOMITMEN, bahwa HANYA ASI saja nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan TETAP BERIKAN ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI buatan rumah.
Semoga Anda dan pasangan Anda bisa satu kata, satu asa, dan satu langkah dalam memberikan asupan gizi bagi anak-anak Anda. Selamat berjuang wahai orang tua yang mencintai anak-anaknya.

Apa itu Posyandu

A. Pengertian Posyandu Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarak...